Cerita Anime Boruto Chapter 14 “Jalan yang Bisa Dilihat Boruto”

Posted on

Boruto, Mitsuki dan Sumire

“Anak ini adalah senjata pamungkasku yang kubesarkan demi pembalasan dendamku”, kata Sumire.

“Ketua Kelas!”, kata Boruto.

“Ketua Kelas, biarkan aku menanyakan sesuatu… Kau tidak akan mau kembali dengan kami, bukan?”, tanya Mitsuki.

“Kemarilah, Ketua Kelas. Mari kita pulang”, rayu Boruto.

“Kenapa kau bisa semudah itu mengatakannya? Aku sudah menyerang desa Konoha. Bagiku, ini adalah perang”, tegas Sumire.

“Semua ini adalah perang orang tuamu!”, kata Boruto.

“Tidak, ini juga perangku!”, teriak Sumire.

“Aku diajarkan agar bisa mewujudkan harapan Ayahku sejak lama. Saat kekacauan karena perang, ayahku bekerja tanpa henti demi Konoha, tapi setelah perang selesai, dia diperlakukan sebagai penjahat hanya karena dia berasal dari Ne”, kata Sumire.

“Semua itu tidak ada hubungannya dengamu, Ketua Kelas!”, kata Boruto.

“Aku? Ya, mungkin kau benar.

Lagipula, sejak awal Kakei Sumire tidak pernah ada! Sejauh yang kuingat, aku selalu hidup dalam persembunyian. Aku selalu hidup sendirian. Satu-satunya waktu saat aku merasa tentram adalah saat ibuku menyisir rambutku. Tapi dia jatuh sakit karena rasa takut dan gelisah, lalu meninggal.

Dengan dipenuhi rasa kebencian, Ayahku membesarkanku sebagai alat untuk membalas dendam pada desa Konoha. Aku bahkan tidak bisa mengingat suara ibuku lagi”, Sumire menceritakan kisahnya.

Kemudian Sumire menjelaskan bagaimana proses penyegelan Gozu Tennou dalam tubuhnya oleh Ayahnya. Dan karena proses penyegelan itu, Ayah Sumire meninggal.

“Ayahku membesarkanku demi membalaskan dendamnya… sebagai senjatanya”, Sumire menjelaskan tentang dendam Ayahnya.

Terlihat chakra biru gelap aktif menyelimuti tubuh Sumire dan hal ini tidak luput dari pandangan Boruto.

Sumire langsung menyerang Boruto dan Mitsuki.

Futon Kamaitachi!

Mitsuki melakukan serangan balik yang mengenai tubuh Sumire, namun ternyata hanya bunshin air.

Sumire juga melakukan satu serangan telak yang mampu mengenai Mitsuki yang ternyata juga bunshin ular.

“Kau tidak akan bisa mendapatkan Nue!”, teriak Sumire.

“Ah, aku sudah tidak membutuhkannya lagi!”, kata Mitsuki sambil memukul Sumire dari belakang namun bisa ditangkis Sumire.

Suiton: Suireha!

Sumire melakukan jutsu tembakan kunai air ke arah Mitsuki.

“Sebenarnya, kaulah yang kuinginkan”, kata Mitsuki.

Satu serangan terakhir antara Mitsuki dan Sumire cukup dahsyat. Sama-sama mengeluarkan chakra ular dan sama-sama kuatnya.

“Yang terpenting adalah Gozu Tennou yang ada di punggungmu itu… Aku tidak peduli kau hidup atau mati”, kata Mitsuki.


“Hentikan!”, Boruto memotong pertempuran keduanya saat akan beradu Kunai. Kunai Sumire menancap pada lengan kanan Boruto.

Hah!

Boruto!

“Kubilang… hentikan. Apa yang kau lakukan pada teman kelasmu?”, tanya Boruto pada Mitsuki.

“Teman kelas? Ketua Kelas selama ini telah menipu kita demi mendapatkan info?”, tanya Mitsuki balik.

“Aku tidak ingin percaya pada hal itu. Namida dan lainnya bilang padaku kalau kau sudah mencoba menyelamatkan mereka sekuat tenagamu. Dan lagi, saat aku kembali ke sekolah setelah diskors 2 minggu, atau saat semua murid perempuan dan laki-laki di kelas berkelahi, kau selalu khawatir. Wajahmu sangat mudah ditebak. Aku tidak bisa percaya kalau semua itu hanyalah tipuan belaka”, kata Boruto.

“Dan apa karena itu kau mempercayai Ketua Kelas?”, tanya Mitsuki.

“Tentu saja! Itu karena dia itu adalah teman sekelas kita!”, jawab Boruto.

“Dasar. Kau selalu saja memberikan jawaban yang tidak pernah kuduga”, kata Mitsuki dengan tersenyum.

“Mempercayai orang tanpa ada dasar itu adalah keputusan yang bodoh, bukan?”, tanya Mitsuki.

“Apa?”, tanya Boruto balik.

“Tapi saat aku ingin menjenguknya di Rumah Sakit, Ketua Kelas berkata “aku ingin semua ini segera berakhir”. Sepertinya dia sangat serius dengan ucapannya”, kata Mitsuki yang membuat Sumire bergetar karena keraguan.

Boruto melihat chakra Ghost mulai memudar di tubuh Sumire.

“Ini sama seperti yang kulihat sebelumnya… Ghostnya mulai menghilang”

“Akhirnya aku mengerti, kenapa Ghost hanya merasuki orang-orang yang menanggung masalah besar. Itu karena Ketua Kelas sendiri telah memendam masalahnya dalam waktu lama. Akan lebih mudah jika merasuki orang-orang dengan beban pikiran seperti itu. Dan saat ada hal yang mempengaruhi hati mereka secara besar-besaran, Ghost menghilang. Kau tidak bisa membohongiku, Ketua Kelas”, kata Boruto.

“Tidak, kau salah… Aku adalah senjata untuk membalaskan dendam ayahku!”, teriak Sumire.

“Nue!”

“Sudah kuduga, dia bangkit kembali…”, kata Mitsuki.

“Ini adalah perintah! Seraplah semua chakraku… lalu ledakkanlah dirimu”, perintah Sumire ke Nue.

“Ada apa, Nue?!”

Sumire heran melihat tingkah Nue yang aneh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *