Cerita Anime Boruto Chapter 14 “Jalan yang Bisa Dilihat Boruto”

Posted on

“Jika pengguna jutsu itu berada di dunia yang berbeda, kita juga tidak akan bisa melacak keberadaannya”, jawab Kakashi.

“Bom yang bisa dikirim kemana saja tanpa terdeteksi…”, kata Sai

“Shimura Danzo. Yang dia tinggalkan ini benar-benar menyusahkan”, Kakashi menggumam.

Terlihat Boruto masuk ke dalam dimensi Nue

Boruto memasuki dunia dimensi Nue, namun tidak terlihat Mitsuki, sepertinya mereka berpencar.

Kembali ke lokasi Nue di Konoha

Shikadai, Inojin dan Denki datang ke lokasi kejadian.

“Percuma saja. Kita tidak bisa menemukannya”, kata Denki.

“Aku tidak percaya kalau dia tidak muncul saat semua kekacauan ini terjadi. Dimana sebenarnya Boruto berada?”, Shikadai menyahuti.

“Apa mungkin… ini ada kaitannya dengan insiden Ghost?”, tanya Inojin.

“Jangan-jangan Boruto-kun berada di dalam sana?”, tanya Denki.

“Entahlah. Yang jelas, Ketua Kelas juga ikut menghilang”, jawab Shikadai.

“Firasatku bilang kalau telah terjadi sesuatu yang buruk…”, kata Shikadai cemas.

“Aku akan mencarinya lagi”, kata Denki dan berlari bersama Inojin.

“Hei, kau mau mencari ke mana?”, tanya Shikadai.

“Apa-apaan itu?”, kata Shikadai melihat awan kuning mengambang di langit.

Dimensi Nue

Boruto melayang jatuh, untung selamat karena ada semacam tali-tali kuat yang menahan tubuh Boruto.

“Di mana ini?” gumam Boruto.

“Ketua Kelas! Ketua Kelas!”, Boruto memanggil-manggil.

Boruto mencari-cari Sumire, hingga menuju suatu tempat yang terhubung dengan chakra biru-hitam Ghost.

“Itu… yang selama ini aku lihat. Apa itu terhubung dengan tempat ini?” tanya Boruto pada diri sendiri.

Namun tiba-tiba Nue muncul dan langsung menyerang Boruto.

Argggghhhhhhhhhh!!! Braakkkkkk!!!

“Sial! Akhirnya kau muncul lagi! Di mana Ketua Kelas?”, tanya Boruto pada Nue.

Nue menatap tajam Boruto dan siap menyerang.

Teringat dalam bayangan Boruto terakhir kali Sumire ditelan oleh Nue.

“Apa kau benar-benar sudah memakannya?”, kembali Boruto bertanya.

Kemudian Boruto meyerang Nue dengan lemparan 3 suriken, namun tidak berarti apa-apa buat Nue.

Maju!

Ayooo aku tidak akan kalah!

“Aku akan membalaskan dendam Ketua Kelas!”, teriak Boruto penuh semangat.

Sejurus kemudian, mata kanan Boruto bereaksi dan mampu melihat aliran chakra di tubuh Nue yang berpangkal di ekornya.

“Apa itu?… “, gumam Boruto agak terbengong.

Namun sebelum abis berkata, Nue mulai menyerang Boruto habis-habisan hingga terdesak, beruntung ada Mitsuki yang datang menolong.

“Kenapa kau cuma berdiam diri saja?”, tanya Mitsuki.

“Mitsuki!”, kata Boruto.

“Untuk apa kau membalaskan dendamnya kalau Ketua Kelas saja masih hidup? Itu karena makhluk itu mengikuti perintahnya”, kata Mitsuki.

“Itu artinya, dia masih hidup, bukan?”, tanya Boruto dengan wajah terlihat senang.

“Apa kau masih ingin melindunginya?”, tanya Mitsuki dengan wajah heran.

“Apa kau masih mengincarnya…?”, Boruto balik bertanya.

Sebelum Boruto selesai bertanya, Mitsuki telah memotongnya.

“Pertama-tama, kita harus melakukan sesuatu pada makhluk itu”, jawab Mitsuki.

Nue kembali menyerang…

“Walau tubuhnya jauh lebih kecil dari saat pertama kali dia muncul di Konoha, kalau kita terkena serangannya, bisa-bisa kita mati”, kata Mitsuki.

“Mitsuki! Bisakah kau menahannya?”, tanya Boruto.

Boruto sepertinya telah memiliki ide untuk menghentikan Nue.

“Akan kucoba”, jawab Mitsuki.

Futton Toppa!

Mitsuki mengeluarkan Jutsu terpaan angin yang cukup kuat dan mampu menghempaskan Nue ke belakang. Sementara Boruto naik ke tali-tali hijau raksasa yang banyak bersebaran di dimensi Nue dan memasang bom dengan kunainya.

Kemudian dengan loncatan yang kuat menusukkan kunainya tepat ke pangkal ekor Nue dan mampu membuat monster ini kesakitan. Di saat yang tepat, ledakan bom pada tali hijau membuat potongannya terjatuh dan menimpa Nue hingga tak berdaya.

“Wah, di situasi apapun, pengamatanmu memang sangat tajam. Kau bahkan bisa melihat kelemahannya. Biarkan aku yang menyelesaikannya…”, kata Mitsuki.

Hebimikazuchi!

Kilatan ular listrik kuning menyala keluar dari tangan Mitsuki dan menghantam Nue, namun terhalang dinding air yang sangat tebal.

“Tidak akan kubiarkan kau membunuh Nue!”, kata Sumire yang berdiri di atas sebuah kayu raksasa yang telah terpotong.

Boruto, Mitsuki dan Sumire

“Anak ini adalah senjata pamungkasku yang kubesarkan demi pembalasan dendamku”, kata Sumire.

“Ketua Kelas!”, kata Boruto.

“Ketua Kelas, biarkan aku menanyakan sesuatu… Kau tidak akan mau kembali dengan kami, bukan?”, tanya Mitsuki.

“Kemarilah, Ketua Kelas. Mari kita pulang”, rayu Boruto.

“Kenapa kau bisa semudah itu mengatakannya? Aku sudah menyerang desa Konoha. Bagiku, ini adalah perang”, tegas Sumire.

“Semua ini adalah perang orang tuamu!”, kata Boruto.

“Tidak, ini juga perangku!”, teriak Sumire.

“Aku diajarkan agar bisa mewujudkan harapan Ayahku sejak lama. Saat kekacauan karena perang, ayahku bekerja tanpa henti demi Konoha, tapi setelah perang selesai, dia diperlakukan sebagai penjahat hanya karena dia berasal dari Ne”, kata Sumire.

“Semua itu tidak ada hubungannya dengamu, Ketua Kelas!”, kata Boruto.

“Aku? Ya, mungkin kau benar.

Lagipula, sejak awal Kakei Sumire tidak pernah ada! Sejauh yang kuingat, aku selalu hidup dalam persembunyian. Aku selalu hidup sendirian. Satu-satunya waktu saat aku merasa tentram adalah saat ibuku menyisir rambutku. Tapi dia jatuh sakit karena rasa takut dan gelisah, lalu meninggal.

Dengan dipenuhi rasa kebencian, Ayahku membesarkanku sebagai alat untuk membalas dendam pada desa Konoha. Aku bahkan tidak bisa mengingat suara ibuku lagi”, Sumire menceritakan kisahnya.

Kemudian Sumire menjelaskan bagaimana proses penyegelan Gozu Tennou dalam tubuhnya oleh Ayahnya. Dan karena proses penyegelan itu, Ayah Sumire meninggal.

“Ayahku membesarkanku demi membalaskan dendamnya… sebagai senjatanya”, Sumire menjelaskan tentang dendam Ayahnya.

Terlihat chakra biru gelap aktif menyelimuti tubuh Sumire dan hal ini tidak luput dari pandangan Boruto.

Sumire langsung menyerang Boruto dan Mitsuki.

Futon Kamaitachi!

Mitsuki melakukan serangan balik yang mengenai tubuh Sumire, namun ternyata hanya bunshin air.

Sumire juga melakukan satu serangan telak yang mampu mengenai Mitsuki yang ternyata juga bunshin ular.

“Kau tidak akan bisa mendapatkan Nue!”, teriak Sumire.

“Ah, aku sudah tidak membutuhkannya lagi!”, kata Mitsuki sambil memukul Sumire dari belakang namun bisa ditangkis Sumire.

Suiton: Suireha!

Sumire melakukan jutsu tembakan kunai air ke arah Mitsuki.

“Sebenarnya, kaulah yang kuinginkan”, kata Mitsuki.

Satu serangan terakhir antara Mitsuki dan Sumire cukup dahsyat. Sama-sama mengeluarkan chakra ular dan sama-sama kuatnya.

“Yang terpenting adalah Gozu Tennou yang ada di punggungmu itu… Aku tidak peduli kau hidup atau mati”, kata Mitsuki.

“Hentikan!”, Boruto memotong pertempuran keduanya saat akan beradu Kunai. Kunai Sumire menancap pada lengan kanan Boruto.

Hah!

Boruto!

“Kubilang… hentikan. Apa yang kau lakukan pada teman kelasmu?”, tanya Boruto pada Mitsuki.

“Teman kelas? Ketua Kelas selama ini telah menipu kita demi mendapatkan info?”, tanya Mitsuki balik.

“Aku tidak ingin percaya pada hal itu. Namida dan lainnya bilang padaku kalau kau sudah mencoba menyelamatkan mereka sekuat tenagamu. Dan lagi, saat aku kembali ke sekolah setelah diskors 2 minggu, atau saat semua murid perempuan dan laki-laki di kelas berkelahi, kau selalu khawatir. Wajahmu sangat mudah ditebak. Aku tidak bisa percaya kalau semua itu hanyalah tipuan belaka”, kata Boruto.

“Dan apa karena itu kau mempercayai Ketua Kelas?”, tanya Mitsuki.

“Tentu saja! Itu karena dia itu adalah teman sekelas kita!”, jawab Boruto.

“Dasar. Kau selalu saja memberikan jawaban yang tidak pernah kuduga”, kata Mitsuki dengan tersenyum.

“Mempercayai orang tanpa ada dasar itu adalah keputusan yang bodoh, bukan?”, tanya Mitsuki.

“Apa?”, tanya Boruto balik.

“Tapi saat aku ingin menjenguknya di Rumah Sakit, Ketua Kelas berkata “aku ingin semua ini segera berakhir”. Sepertinya dia sangat serius dengan ucapannya”, kata Mitsuki yang membuat Sumire bergetar karena keraguan.

Boruto melihat chakra Ghost mulai memudar di tubuh Sumire.

“Ini sama seperti yang kulihat sebelumnya… Ghostnya mulai menghilang”

“Akhirnya aku mengerti, kenapa Ghost hanya merasuki orang-orang yang menanggung masalah besar. Itu karena Ketua Kelas sendiri telah memendam masalahnya dalam waktu lama. Akan lebih mudah jika merasuki orang-orang dengan beban pikiran seperti itu. Dan saat ada hal yang mempengaruhi hati mereka secara besar-besaran, Ghost menghilang. Kau tidak bisa membohongiku, Ketua Kelas”, kata Boruto.

“Tidak, kau salah… Aku adalah senjata untuk membalaskan dendam ayahku!”, teriak Sumire.

“Nue!”

“Sudah kuduga, dia bangkit kembali…”, kata Mitsuki.

“Ini adalah perintah! Seraplah semua chakraku… lalu ledakkanlah dirimu”, perintah Sumire ke Nue.

“Ada apa, Nue?!”

Sumire heran melihat tingkah Nue yang aneh.

“Cepat serap chakraku!”

“Nue, apa yang kau lakukan?!”

Nue mendekatkan wajahnya ke Sumire dengan manja seperti anjing kecil.

“Mengapa kau tidak mau menuruti perintahku?!”

“Apa yang sebenarnya terjadi?”, tanya Mitsuki.

“Nue, hei!”, Sumire masih keheranan.

“Mungkin, makhluk itu menyangka bahwa kau adalah orang tuanya”, kata Boruto.

“Ketua Kelas… kau mungkin telah membesarkan makhluk buas itu agar bertindak seperti yang kau perintahkan… Tapi dia berpikir bahwa kau adalah orang tuanya. Dan kau ingin mengubahnya menjadi sebuah senjata?!”

“Kau sudah menderita karena beban perintah dari ayahmu… Dan kau akan melakukan hal yang sama pada Nue?! tanya Boruto”

“Kau bisa memilih jalanmu sendiri!”

“Kita semua, Nue, dan kau juga…”, Boruto terus berusaha menyadarkan Sumire.

“Aku…”, gumam Sumire yang semakin ragu dan mulai mendengar kata Boruto.

“Sumire!”, teriak Boruto

Tiba-tiba segel Gozu Tennou di punggung Sumire hancur berkeping-keping.

“Gozu Tennou-nya!”, kata Mitsuki.

Tempat dimensi Nue mulai hancur berjatuhan.

“Apa… ini?” tanya Boruto

“Mungkin, Gozu Tennou-nya sudah hancur dan chakra yang dikumpulkan mulai berada di luar kendali”, jawab Mitsuki

“Apa ini buruk?”, tanya Boruto

“Sangat buruk. Mungkin tempat ini akan hancur dalam satu menit”, jawab Mitsuki.

“Ketua Kelas!”, teriak Boruto pada Sumire.

“Ayo kita keluar dari sini!”

“Ada apa?! Hei!”

Boruto berlari ke arah Sumire. Namun belum jauh melangkah, tanah didepannya teah amblas ke bawah.

“Ketua Kelas!”, teriak Boruto

“Boruto!”, teriak Mitsuki dan meyambar tubuh Boruto.

Sumire yang mulai sadar akhirnya bisa mengingat kembali kenangan tentang ibunya dan perkataan terakhir ibunya.

“Sumire… Cara hidup seperti ini akan berakhir pada generasiku. Aku yakin jalan hidupmu pasti akan berbeda. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu, oke?”, kata Ibu Sumire.

“Ibu!”, kata Sumire menangis.

“Boruto-kun mengapa?….”

Boruto telah berdiri di samping Sumire.

“Mana mungkin aku meninggalkan teman sekelasku”, kata Boruto.

“Ayo kita kembali, Ketua Kelas!”

Boruto mengulurkan tangannya dan disambut oleh Sumire. Kemudian keduanya naik ke punggung Nue dan meninggalkan Dimensi Nue yang makin hancur.

“Boruto!”, teriak Mitsuki dari atas sambil meloncat.

“Mitsuki, lewat sini!”, kata Boruto menyuruh Mitsuki naik ke Nue.

“Untuk memungkinkan hal yang tak mungkin bisa dilakukan dengan ninjutsu ataupun ilmu pengetahuan. Ini adalah kekuatan Boruto”, Mitsuki berkata dalam hati.

“Di sebelah sana!”, kata Boruto.

Boruto melihat sebuah cahaya putih di kejauhan dengan mata kanannya.

“Maju!”,  teriak Boruto

“Di depan sana!”

Boruto, Mitsuki dan Sumire berlari kencang namun portal telah tertutup.

Boruto sayup-sayup mendengar dan melihat suara Denki, Inojin dan Shikadai yang mencari-cari keberadaan mereka.

“Boruto, Ketua Kelas!”, teriak Shikadai.

“Di sebelah sana!”, teriak Boruto pada Mitsuki dan Sumire.

Dengan penuh keyakinan Boruto meninju dinding dimensi dan berhasil membuat jalan keluar.

Setelah berhasil keluar Sai datang dan menjemput Sumire untuk dibimbing olehnya agar tidak lagi terjatuh dalam doktrin Ne.

End.

Bersambung…

Anime Boruto Chapter 15 “Jalan Baru” Rilis 12 Juli 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *