Baca Manga Komik Naruto Chapter 625-626 “Impian Sebenarnya” | Versi Teks Bahasa Indonesia

Posted on

Naruto Chapter 625 “Impian Sebenarnya”
Sumber: www.mangareader.net

Scene diawali dengan berkumpulnya beberapa anggota klan Senju ke arah Madara tergeletak. Hashirama berada dalam kondisi yang sangat sulit, diantara dua pilihan, yaitu “membunuh Tobirama” atau “bunuh diri”, itulah dua hal yang diminta oleh Madara.

Tobirama : Madara, apa yang kau katakan?!!

Seluruh anggota klan Senju tampak marah dan mengernyitkan kening, mereka dipenuhi rasa gelisah terhadap keputusan Hashirama, pemimpin mereka. Namun Hashirama memberikan tanda (mengangkat tangan kiri dengan telapak terbuka) supaya mereka tenang.

Tobirama : Madara itu gila! Apa yang akan kau lakukan Kakak? Apa kau akan membunuhku?! Atau kau ingin mati mengikuti omong kosong orang ini? Betapa bodoh, jangan mendengarkan dia Kakak!

Terlihat Hashirama mulai berdiri…

Hashirama : Terima kasih Madara. Memang, kau seorang yang penuh simpatik. (Hashirama melepas baju perangnya dan memegang kunai di tangan kanannya)

Madara memberiku dua pilihan. Jadi aku memutuskan untuk tidak membunuh adikku, dan Madara sangat mengerti perasaan seseorang yang memiliki saudara. (Hashirama menjelaskan kepada Sasuke)

Hashirama : Dengarkan aku Tobirama. Ini akan menjadi kata-kata terakhirku. Aku akan memberikan kata-kata ini untukmu dan semua orang di klan harus melakukan hal yang sama. Setelah kematianku, jangan membunuh Madara. Uchiha dan Senju tidak harus bertarung lagi satu sama lain. Berjanjilah pada ayahmu dan cucumu yang belum lahir, baiklah selamat tinggal.

Hashirama nampak bersiap untuk menusukkan kunai ke tubuhnya sendiri, sambil meneteskan air mata. Hashirama teringat dengan batu perjanjian yang dia lemparkan bersama Madara di masa kecil. Namun, ketika kunai sedikit lagi menusuk perut Hashirama, tangan Madara terlebih dulu memegang tangan Hashirama, clap. (Hashirama nampak terkejut)

Madara : Itu sudah cukup. Aku telah melihat keberanianmu.

Nampak scene berubah, dari jabat tangan dengan kunai, sekarang mereka saling berjabat tangan dengan lambang masing-masing klan dibelakangnya. Seluruh anggota klan Uchiha dan Senju juga hadir untuk mendukung bergabungnya kedua klan tersebut.

Rasanya seperti mimpi. Uchiha dan Senju telah bergabung. Tidak akan ada korban lebih banyak lagi. Tidak akan ada anak-anak yang mati lagi. Kami mulai membangun desa. Setelah itu, kami juga bergabung dengan Negara Api dan melanjutkan untuk menciptakan sebuah bangsa yang damai akan mempertimbangkan Negara dan Desa pada tingkat yang sama. Pokoknya, rasanya seperti mimpi. (Hashirama meneruskan penjelasannya)

Scene kemudian berpindah ke arah bukit tempat Hashirama dan Madara kecil berlomba memanjat tebing, sekarang mereka dihadapkan pada perumahan yang cukup padat.

Hashirama : Apakah kau ingat? Ketika kita berbicara di sini, sebagai anak-anak. 

Madara : Ya… (Madara tampak menangkap sebuah daun jatuh melayangAku pikir itu hanya mimpi. Aku bisa mewujudkannya jika aku ingin, namun aku…

Hashirama: Mimpi itu akan menjadi kenyataan. Pemimpin shinobi yang melindungi Negara Api dari bayang-bayang. Bagaimana kedengarannya?

Madara: Apa itu?

Hashirama: Negara Api meminta kita untuk menentukan Pemimpin Desa. Aku ingin kau menjadi Pemimpin. Untuk menjadi Hokage. Kau tidak memiliki saudara lagi. Tetapi aku ingin kau memikirkan semua shinobi di Desa sebagai saudaramu. Aku ingin kau mengawasi mereka.

Madara: Aku bahkan tidak mampu melindungi saudara-saudaraku sendiri.

Hashirama: Tidak ada waktu untuk mengeluh. Selain tentu saja Uchiha dan Senju … Klan Sarutobi dan Klan Shimura ingin menjadi sekutu kami.

Madara: Tidak mungkin, apakah itu benar?

Hashirama: Dan mereka bukan satu-satunya … Desa ini akan tumbuh lebih besar dan lebih besar lagi! Sudah saatnya kita memilih nama untuk itu juga. Apakah kau punya ide? (Hashirama terlihat sangat bersemangat menjelaskan)

Nampak Madara berpikir sesaat … sambil melihat daun berlubang yang dipegangnya. Kemudian dia melihat Desa menggunakan lubang daun tersebut.

Madara: Desa tersembunyi di balik daun. Bagaimana menurutmu?

Hashirama: Terlalu sederhana. Tanpa pikir panjang. Persis dengan orangnya. (sambil menunduk lesu)

Madara: Bagus itu … sesuai dengan nama “HOKAGE”!. Lagi pula, apa kau masih punya sifat depresi seperti itu?! (Madara kaget, dan ikut bertingkah konyol dengan meneriaki Hashirama)

Butuh waktu lama, tapi aku merasa bahwa kami akhirnya bisa kembali persahabatan lama kami. (Hashirama kembali menjelaskan)

Kemudian mereka tiba di sebuah bukit batu.

Madara: Apakah seorang Hokage akan selalu tinggal di Desa untuk mengawasi?

Hashirama: Ya, tetapi tidak hanya itu. Sebagai Desa yang sedang tumbuh, Hokage akan menjadi cukup sibuk. Itu sebabnya aku ingin mengukir wajahmu ke dalam batu besar. Sebuah simbol yang berarti bahwa kau akan selalu melindungi desa!

Madara: Apa kau bercanda? (Madara tersenyum kecut)

Hashirama: Aku mungkin hanya memodifikasi sedikit, karena wajahmu terlihat terlalu galak! (sambil tertawa)

Tobirama: Jadi kau ada di sini (Tobirama datang dan langsung menyela). Mengapa Kakak bermalas-malasan di sini? Para penguasa Negara Api datang untuk mengajak diskusi.

Madara kaget dengan kedatangan Tobirama (melirik ke Tobirama dan Tobirama membalas pandangan Madara dengan pandangan sinis).

Kemudian scene beralih ke sebuah Rumah… dimana Tobirama duduk di meja, sedangkan Hashirama duduk di kursi menghadap meja Tobirama (Tobirama membelakangi Hashirama).

Tobirama: Hokage?! Jangan memutuskan sendiri. Jika Kakak ingin merekomendasikan Madara sebagai Pemimpin, baik. Tapi sebelum mengambil keputusan akhir Kakak harus mendengarkan keinginan rakyat yang tinggal di Desa dan Negara, dan berkonsultasi dengan para senior. Ini berbeda dari ketika ayah kita masih hidup!.

Hashirama: Tapi …

Tobirama: Lagi pula, Madara Uchiha tidak akan pernah terpilih sebagai Pemimpin. Semua orang tahu, Kakak adalah orang yang mendirikan desa, bahkan Uchiha mengatakan ini.

Kakak Juga telah mendengar rumor tentang Uchiha? Semakin mereka penuh dengan kebencian, mata mereka semakin kuat. Begitulah sharingan tampaknya bekerja. Kakak tidak pernah tahu apa yang mereka akan lakukan. Apa yang dibutuhkan Desa adalah…

Hashirama: Berhenti berbicara seperti itu! Tobirama.

Shrek…

Hashirama berdiri dari tempat duduknya, dia merasakan kedatangan seseorang di balik jendela.

Hashirama: Aku pikir seseorang di sini. (Hashirama membuka jendela). Tobirama, Anda merasakannya, kan?.

Tobirama: Aku tidak menggunakan cakra sekarang. Dan jangan mengubah topik, Kakak!

Hashirama nampak terkejut melihat keluar jendela. Dia melihat sebuah daun jatuh, namun bukan daun biasa. Daun itu berlubang di tengahnya, kemudian Hashirama memungutnya dan mencium baunya. Dia sedikit kaget dan merasa mengetahui siapa pemilik daun itu.

Tobirama: Mulai sekarang, kita akan menggunakan demokrasi. Apakah Kakak keberatan?

Hashirama: Tidak, tidak apa-apa.

Waktu pemilihanpun Tiba. Hashirama terpilih dan diakui oleh seluruh klan sebagai Hokage pertama Desa dibalik daun (Konohagakure). Sebagai bentuk penghormatan terhadap Hokage dan simbol Desa, maka dibuatkan patung wajah Hashirama di bukit batu.

Waktupun berjalan …

Scene menunjukkan sebuah kuil, terdapat prasasti rahasia milik klan Uchiha. Nampak dua orang sedang berdialog, mereka adalah Hashirama dan Madara.

Madara: Monumen batu ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Klan lain tidak akan bisa membacanya. Ini khusus, untuk memahaminya kau perlu menggunakan teknik mata. Sejauh yang aku mampu menguraikan, apa yang dikatakan adalah … “Mencari stabilitas, satu dewa dibagi menjadi Yin dan Yang. Tindakan dari dua kekuatan yang bertentangan menciptakan segala sesuatu di alam”.

Madara: Logika ini berlaku untuk apa pun. Dengan kata lain ia mengatakan bahwa jika dua kekuatan yang bertentangan bekerja sama. Kebahagiaan nyata dapat diperoleh. Namun … ada interpretasi lain.

Hashirama: ? (nampak berfikir)

Madara: Hashirama … Apakah kau pikir aku tak tahu apa-apa?

Hashirama: Jika maksudmu Tobirama, aku akan mengurusnya. Aku tidak bisa melakukan ini tanpamu. Sebagai tangan kanan Hokage, sebagai saudaraku, mari kita bekerja sama. Orang-orang akhirnya akan memahamimu juga. Dan saat itu, kau akan menjadi Hokage kedua.

Madara: Tobirama saudaramu mungkin akan menjadi Hokage kedua (Nidaime). Dan jika itu terjadi, Uchiha akan dimusnahkan. Mengetahui itu, aku mengatakan kepada Uchiha lainnya untuk meninggalkan desa. Tapi tidak satu pun dari mereka mendengarkanku.

Madara meneruskan kalimatnya…

Madara: Aku tidak bisa melindungi adikku. Dan aku mungkin bahkan tidak mampu melindungi klanku, meskipun aku berjanji kepada adikku. Teman-temanku tidak percaya padaku, meskipun aku ingin melindungi mereka.

Hashirama: Itu tidak benar. Semua orang akan menyadarinya.

Madara: Mungkin waktu itu … Aku seharusnya memerintahkanmu untuk membunuh saudaramu. Kau bilang aku saudaramu. Tapi untuk desa, siapa yang akan kau bunuh, aku atau saudaramu?

Mendengar kata-kata Madara, Hashirama tampak termenung, tidak mampu mengucapkan sesuatu.

Madara: Aku memahami maksudmu. Tetapi aku tidak bisa melakukan lebih dari ini. Aku akan meninggalkan Desa. Aku temukan jalan lain.

Madara: Setelah kita menunjukkan keberanian masing-masing, aku menyadari, kerjasama hanyalah sebuah pertarungan tanpa suara.

Hashirama: Itu tidak benar. Aku tidak akan membiarkanmu! (Hashirama berusaha Mencegah Madara)

Madara: Itu tergantung pada bagaimana kau melihat realitas, Hashirama. Setidaknya, mari kita berhenti merendah. Ini akan lebih baik bagi kita untuk melihat dunia ini hanya sebagai hiburan.

Hashirama: Apakah kau mendengarkanku?! Madara!

Suasana semakin memanas …

Madara: Kau adalah satu-satunya yang mampu bersaing denganku.

Hashirama kaget mendengar perkataan Madara …

Madara: Sementara aku berjalan menuju impianku yang sesungguhnya. Aku akan menikmati pertempuran denganmu!

Madara menoleh ke arah Hashirama dengan pandangan sangat dingin dan mengerikan. Mata iblis Mangekyou Sharingan menambah dinginya wajah Madara. Apakah Madara akan berubah menjadi jahat?

Bersambung ke Cerita Naruto Chapter 626…

Incoming search terms:

  • Komik naruto episode 625
  • komik naruto 625
  • komik naruto episod 625
  • komik naruto chapter 625
  • komik naruto impian yang sebenarnya
  • Alur cerita naruto chapter 625
  • Cerita naruto epesode625
  • Cerita Naruto chapter 625
  • cerita naruto 625
  • baca komik naruto shippuden episode 625
  • alur cerita naruto episode 625
  • naruto chapter 625 bahasa indonesia versi teks

One thought on “Baca Manga Komik Naruto Chapter 625-626 “Impian Sebenarnya” | Versi Teks Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *