Baca Manga Komik Naruto Bahasa Indonesia Chapter 624 “Aiko”

Komik Naruto Chapter 624 “Aiko”

Alur Cerita Naruto 624

Alur Cerita Naruto 624

Naruto Chapter 624 telah terbit pada Selasa 19 Maret 2013. Berikut ini alur cerita Naruto 624 :

Sesaat setelah Hashirama kecil dan Madara akan meninggalkan sungai tempat mereka biasa bertemu dengan memberikan masing-masing batu peringatan, dua kekuatan dari Uchiha dan Senju siap bertarung.

Dua kekuatan tersebut adalah Senju Butsuma, yang tak lain adalah ayah dari Hashirama beserta adiknya Tobirama dan di pihak lain adalah ayah dari Madara, Uchiha Dajima serta adiknya Izuna.

BERHENTI!!! Teriak Hashirama bersamaan dengan Madara.

Namun, teriakan itu tidak dipedulikan, mereka telah memulai pertarungan. Sepertinya mereka tidak peduli jika harus kehilangan anak yang tewas dalam pertempuran, meskipun perasaan itu cukup menyakitkan.

Pedang Izuna dan Tobirama telah beradu, meskipun terbilang masih anak-anak, namun mereka merupakan kekuatan utama dari klan masing-masing.

Di saat Izuna dan Tobirama saling serang, tanpa disadari sebuah kunai dan pedang yang dilempar oleh Butsuma dan Dajima mengarah mereka, sepertinya tak akan bisa dihindarkan jika melihat dari kecepatan kedua senjata tersebut.

TRAK!! kunai dan pedang terlihat terpental terkena batu yang dilempar Hashirama dan Madara. (Batu yang digunakan untuk melempar kedua senjata tersebut merupakan batu perjanjian Hashirama dan Madara yang bertuliskan “lari” dan “ini jebakan, pergilah”).

Butsuma dan Dajima sama-sama terkejut, senjata yang mereka lemparkan ada yang menangkis. Tampak Madara dan Hashirama ikut meloncat ke arena pertempuran, masing-masing berada di depan Izuna dan Tobirama.

Madara : Aku tidak peduli siapa dirimu, aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti adikku!!

Madara menatap tajam ke arah Hashirama, begitupun sebaliknya, kedua teman kini saling berhadapan sebagai lawan.

Madara : Sepertinya kita tidak akan bisa mewujudkan impian bodoh kita… 

Tampak Hashirama tertegun dengan perkataan Madara dan diperlihatkan pula batu perjanjian terkubur bersama pedang dan kunai di dasar sungai.

Hashirama : Madara… Kau?! 

Madara : Memang tidak berlangsung lama… tapi aku senang Hashirama…

Hening sesaat…

Dajima : Tiga lawan tiga! (Dajima memecah keheningan)Kau bisa melakukannya Madara?!! (tanya Dajima ke Madara).

Madara : Tidak, Hashirama lebih kuat dariku. Jika kita melawan mereka, kita akan kalah.

Izuna : Seseorang yang lebih kuat daripada Kakak? (Izuna ikut menimpali pembicaraan)

Dajima : Aku mengerti… Aku tidak tahu dia sekuat itu.

Madara : Kami pergi

Dajima : Sampai jumpa…

Scene kembali ke Hashirama, tampak dia sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan Madara.

Hashirama : Madara kau…! Kau tidak benar-benar menyerah kan?! Kau tidak akan berubah?! (tanya Hashirama penuh harap ke Madara)

Madara : Kau adalah Senju… kuharap ini akan menjadi berbeda. Adikku dibunuh oleh Klan Senju. (Madara menjawab pertanyaan Hashirama dalam posisi membelakangi)

Mendengar jawaban ini Hashirama teringat akan kedua adiknya, Kawarama dan Itama yang telah tewas di tangan Uchiha.

Madara : Itulah… kita tidak perlu bersitegang di sini. Kita akan bertemu di medan perang Senju Hashirama… (Madara melanjutkan kata-katanya)

Hashirama terlihat sedih. Dia tidak membayangkan jika kondisi harus berubah dengan cepat. Seorang kawan harus menjadi lawan.

Madara : Aku Uchiha Madara. (menekankan kepada Hashirama bahwa dia seorang Uchiha)

Dengan wajah serius, Madara menoleh ke arah Hashirama dan saat itu juga Sharingannya telah aktif.

Izuna : Ayah lihat! Mata Kakak…! (Izuna melihat perubahan pada mata Madara)

Dajima : Fufu… kita tidak memiliki informasi tentang Senju, tapi kita mendapatkan yang lebih baik di sini. 

Perubahan mata Madara juga tak lepas dari perhatian Butsuma.

Butsuma : Apakah Sharingannya telah dibangkitkan?!

Hashirama : Pada waktu itu aku telah mengetahui maksud dari Sharingan yang telah dibangkitkan. (Hashirama menjelaskan kepada Sasuke)

Hashirama : Dia memutuskan untuk menghapus diriku yang telah menjadi temannya. Setelah itu kami bertarung. Hari demi hari, kami terus bertarung. Sebelum kami sadari, ternyata kami telah menjadi pemimpin dari masing-masing klan. (Hashirama melanjutkan penjelasannya ke Sasuke)

Scene menunjukkan sebuah pertempuran dahsyat antara klan Senju dan Uchiha, terutama antara Madara dan Hashirama. Madara menggunakan Jutsu Api andalan Uchiha, sedangkan Hashirama menggunakan Jutsu Kayu yang sudah cukup sempurna.

Hashirama : Kami di tempat yang sangat jauh dari yang kami impikan selama ini. (impian Hashirama dan Madara kecil)

Masih dalam pertempuran dahsyat antara Uchiha Vs Senju. Puluhan mayat yang bergelimpangan, baik dari klan Uchiha dan Senju membuat hati Hashirama semakin sedih.

Dalam satu pertempuran dahsyat lainnya, Tobirama berhasil menusuk dada Izuna.

Tobirama : Hiraishingiri!! Crass!!! (Hiraishingiri kemungkinan besar mirip dengan jutsu milik Minato Namikaze, yaitu kecepatan yang sangat tinggi)

Izuna : ???!!!

Madara : Izuna!! (Madara bergegas menuju tempat Izuna)

Hashirama : Madara, kau tidak bisa menang melawanku, marilah kita akhiri ini semua. (Hashirama menjulurkan tangan untuk menjabat tangan Madara)

Hashirama : Tapi aku tak mampu membuang impian itu. (Hashirama meneruskan penjelasan ke Sasuke)

Masih di medan perang Uchiha Vs Senju

Hashirama : Jika Shinobi terhebat Senju dan Uchiha bergabung, Negara akan berhenti mencari klan untuk melawan kita dan suatu hari pertempurannya akan berhenti, kemarilah… (kembali Hashirama menjulurkan tangan ke Madara, dimana Madara memapah adiknya yang terluka parah)

Madara terlihat bimbang.

Izuna : Jangan Kak, jangan biarkan dia membodohimu!

Madara kaget dengan perkataan Izuna.

Kemudian Madara mengambil bom asap dari balik bajunya dan melemparkan ke tengah medan pertempuran.

Bummm… Madara dan adiknya menghilang dari pertempuran.

Hashirama : Semua dapat melihat kalau Uchiha yang kalah dalam pertarungan kami. Setelah itu, bahkan kami melihat yang merapat ke Senju. Dan pada saat itu pulalah Madara mulai berubah. Dia telah membangunkan Eternal Mangekyou Sharingan. (Hashirama meneruskan penjelasan ke Sasuke)

Scene kembali menunjukkan Madara akan bertempur dengan Hashirama.

Madara : Adikku tewas karena luka itu. Dia menitipkan kekuatannya kepadaku untuk melindungi Uchiha!!

Hashirama : Aku harus memberimu perjanjian gencatan senjata. Jika kau ingin melindungi Uchiha, marilah hentikan pertempuran ini.

Bukannya mendengar perkataan Hashirama, Madara malah telah mengaktifkan Susanno’O.

Madara : Hashirama! Kapan kau akan berhenti berbicara tentang impian kekanak-kanakanmu itu! Kita tak akan pernah bersepakat!

Wajah Hashirama terlihat mulai serius menanggapi sikap Madara yang keras kepala. Pertempuranpun berlangsung!

Hashirama : Setelah sehari penuh bertarung… Madara terbaring di tanah untuk pertama kalinya. (kembali bercerita ke Sasuke)

Tobirama : Madara, ini akhir hidupmu. (Tobirama bersiap menghunjamkan pedangnya ke dada Madara)

Hashirama : Tunggu Tobirama…

Tobirama dan Madara cukup kaget dengan sikap Hashirama.

Tobirama : Tapi kenapa Kak?! Ini kesempatan kita, ya kan?! (dengan wajah kesal)

Hashirama : Aku tak akan membiarkanmu menyentuh dia! (menunjukkan muka serius)

Tobirama sangat kaget dan takut dengan sikap Hashirama. Sementara itu, terlihat Madara terbaring dengan lemas tak berdaya kehabisan tenaga.

Madara : Hmph… kau juga boleh… cepatlah Hashirama. Jika kau melakukannya, aku akan puas.

Hashirama :  Tak ada gunanya sok kuat seperti itu. Jika kami membunuhmu, para petinggi, para Uchiha muda pasti akan mengamuk.

Madara : Tak ada satupun di Uchiha yang masih merasakan seperti itu.

Hashirama : Tidak… aku yakin ada. Bisakah kita selesaikan berdua seperti biasanya? hanya kita berdua…

Madara : Kau tahu… kita tak akan bisa. Aku tak lagi sama sepertimu. Aku tak punya saudara yang tersisa dan aku tak bisa mempercayaimu.

Hashirama : Bagaimana agar kau bisa percaya dengan kami…

Madara terlihat berpikir sebentar.

Madara : Jika kau ingin kami meluruskan hal ini… Kalau begitu bunuhlah adikmu atau bunuh dirimu sendiri. Lalu kita akan seimbang… dan aku akan mempercayai Klanmu.

Hashirama dan Tobirama sangat kaget mendengar jawaban Madara!

Sumber : Mangareader.net & Komikid.com
Bersambung ke Naruto Chapter 625

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.3/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +7 (from 7 votes)
Baca Manga Komik Naruto Bahasa Indonesia Chapter 624 "Aiko", 7.3 out of 10 based on 11 ratings

Leave a Reply

%d bloggers like this:
BBO Writted by Rismariyanto

DMCA.com

Entertainment Blogs Scroll/Back to Top