“Tidak begitu aneh sih… Kazekage yang sekarang saja, dulu pernah melakukan misi rank B sewaktu dia masih Genin”, timpal Mitsuki yang selalu datar dan percaya diri.

(Paman Gaara… Kami para genin akan melakukan misi rank B? Misi dengan tingkat kesulitan tinggi yang dulu pernah dikerjakan paman Gaara? kedengarannya hebat…) Boruto berkata dalam hati.

(Jalan yang pernah diambil oleh Kazekage… Sebagai seorang yang ingin menjadi Hokage, wajar bila aku harus bisa mengatasi ini… akan kucoba) Sarada juga ikut melamun.

“Tapi jangan sampai lengah. Walau harapan pada kalian tinggi. Jika kalian gagal, rumor yang beredar juga luar biasa besarnya. Jika hasilnya buruk, mungkin saja kalian harus menebusnya dengan menyikat ruangan ini dari sudut-sudut yang paling tersembunyi”, terang Konohamaru.

“Tapi tentu saja kalian tidak perlu mencemaskan hal itu kan… Sekarang tunjukkan semangat kalian!” Konohamaru membakar semangat tim nya.

Siaaappppppp!!!! serempak ketiganya menjawab!

Scene menunjukkan keramaian Desa Konoha. Terlihat Boruto berjalan santai sambil memikirkan misi rank B yang akan dijalani bersama timnya. Lalu tiba-tiba, crek… “apa ini?” Boruto terkejut saat merogoh saku kiri celananya, menemukan sebuah kartu super langka yang selama ini dicarinya dan akhirnya teringat akan Tentou.

“Pasti dia… Dia tahu kalau aku tak akan menerimanya… Dasar bocah”, guman Boruto.

Terlihat Boruto meloncat ke atas Gedung tinggi, sepertinya tempat Tentou menginap. “Jika aku menerobos dengan heboh, mungkin dia jantungan kaget. Kalau begitu aku akan menyusup diam-diam”, kata Boruto.

tap… tap…

Namun Boruto dikejutkan oleh suara dari balik ruangan disebelahnya. “Sial apa aku ketahuan… sudah kuduga… mestinya aku lewat pintu depan saja”, dalam hati Boruto.

“Siapa yang menculik Tentou?!! Kalau mereka tertangkap nanti, mereka akan membayarnya!!!”, kata seorang pria di dalam sebuah ruangan.

Kemudian Boruto berusaha mencuri dengar perkataan mereka… dan ternyata mereka adalah Daimyo, ayah Tentou yang gusar mengetahui Tentou diculik oleh kelompok Mujina.

“Menculik??… Mujina??… Apa yang terjadi??!! …”, guman Boruto.

“Jangan konyol, bagaimana mungkin aku membebaskan para penjahat itu… tapi kita harus melakukan sesuatu… siapkan saja uangnya”, kata Daimyo kepada bawahannya.

“Sulit dipercaya… Siallll… Tentou”, Boruto meloncat pergi meninggalkan Gedung.

Di sebuah kamar, dari salah satu rumah yang lampunya masih menyala. Terlihat sarada sedang bermain lempar papan pisau. Melihat hasilnya, nampaknya Sarada sudah sangat mahir melakukannya. Bisa dibilang kemampuan ini menurun dari Klan Uchiha yang terkenal cerdas, terutama Kakak dari Ayahnya Itachi Uchiha.

“Rank B atau bukan, aku siap!!!”, kata Sarada.

Tok… tok…

Sarada dikagetkan oleh suara ketukan di daun jendela… “eh..”…

“Sarada… kau di dalam?”, tanya suara orag di luar.

“Boruto…??!!”, tanya Sarada.

“Ma’af datang malam-malam begini… apakah kau punya waktu?”, tanya Boruto.

“Ada apa??”, Sarada memberikan jawaban.

“Aku tidak akan bisa mengerjakan Misi….”, kata Boruto.

Terlihat Sarada cukup kaget mendengarnya, namun berusaha memahami Boruto, “Apa ada sesuatu yang penting?”, tanya Sarada.

“Ya…”

“Sesuatu yang tak bisa kau bicarakan?”, Sarada kembali bertanya.

“Ya…”

“Baiklah… Aku dan Mitsuki akan mengurusnya hingga akhir. Kau urus saja apa yang harus kau urus”, kata Sarada.

“Makasih… Aku berhutang padamu”, Boruto menjawab dan pergi.

Setelah Boruto pergi…

“Hahh… Dia itu benar-benar makin…”, Gumam Sarada sambil melepas kacamatanya. “Shannnnarooo!”

Di sebuah gedung kosong… tertulis Pabrik Nakayoshi. Nampak beberapa orang dan seorang anak kecil yang dibuka tutup kepalanya… Tentou!

“Ahhhh…”, teriak Tentou saat penutup kepalanya terlepas.

“Halo tuan muda… bagaimana perasaanmu?” seorang Kakek tua bertanya pada Tentou.

“Yamaoka….?? Ada apa… ada apa ini ???”, Tentou tertegun.

“Ah.. permisi sepertinya aku belum memperkenalkan diri dengan betul”, kata Yamaoka sambil melakukan gerakan pada rambutnya, sekilas seperti mencabut sesuatu.

Pluck… gugugugrrrrrkkkkkkk… Yamaoka berubah bentuk menjadi seorang pria tambun.

Tentou sangat terkejut… “Ya…. Yamaoka??!!”

“Yamaoka yang asli sudah mati. Dia sudah lama mati”, kata pria gendut itu.

…???!!! Tentou semakin bingung.

“SHIKABANE BUNSHIN NO JUTSU… ini adalah jutsu terlarang… yang membuatmu bisa melahap dan mengambil… wujud, ingatan, kemampuan… dan akhirnya nyawa targetmu”, terang sang pria tambun kepada Tentou dengan wajah seramnya.

“Namaku… SHOJOJI… dan walau aku terlihat seperti ini… aku adalah salah satu dari ninja yang sangat kau idolakan itu…”, lanjutnya mengenalkan diri.

Shojoji duduk berjongkok mendekati Tentou…”Apa kartuku juga ada?? Jadi salah satu kartu ninja yang kau miliki??”, tanyanya pada Tentou.

“Aku… Aku tidak tahu… Aku tidak pernah melihatmu”, jawab Tentou dengan sedikit gemetar.

“Ah begitukah… Orochimaru yang bang$at itu saja ada… dia kurang lebih sama sepertiku… jadi kenapa kartuku tidak ada?,” tanya Shojoji.

“A… Apa yang akan kau lakukan kepadaku?”, Tentou balik bertanya.

“Kami punya urusan dengan Ayahmu… kami baru saja memberinya permintaan yang luar biasa… tentu saja, kami tidak mau kalau gratisan”, jawab Shojoji.

Dengan sekali gerakan, Shojoji memegang kerah baju Tentou dan mengangkatnya tinggi-tingi sejajar dengan wajahnya. “Kami akan menukarmu dengan mereka”.

“Kau selalu bilang kan..? bahwa kau ingin menjadi ninja hebat seperti di kartu-kartu itu… hehehe… jangan membuatku tertawa bocah tengik… paling tidak, kau akan menjadi kartu transaksi dengan Daimyo… dan cuma itu…” kata Shojoji sambil melempar Tentou ke lantai.

Dukkk… clik…

Tentou jatuh dan tanpa sengaja sebuah shuriken dan kartu hokage keluar dari saku celananya. Tentou langsung teringat percakapan terakhirnya dengan Boruto…

“Apa balasan dari Daimyo sudah ada?”, tanya Shojoji pada anak buahnya.

“belum”

“Kehhh… si Bang$at itu, mau main susah”, gumam Shojoji

Di tempat Tentou… tampak dia berdiri dan menggenggam shuriken dengan tangan masih terikat, namun sudah ada beberapa tali yang teriris.

Shojoji melihatnya dengan remeh…

“Jangan remehkan aku…”, teriak Tentou.

“Aku penasaran, kau mau apa dengan mainan itu? hentikan saja… akan merepotkan jika kau terluka sebelum transaksi selesai”, kata Shojoji.

“Kau… kau ini bukan Ninja… tidak ada yang akan pernah mengakui sampah sepertimu sebagai ninja… makanya kartumu bahkan tidak ada”, lantang Tentou berbicara tanpa rasa takut.

“Apa???”… Shojoji melirik ke arah Tentou.

“Aku… Aku mungkin tidak kuat seperti seorang Ninja…”, kata Tentou sambil memegang erat shurikennya.

“Jangan-jangan anak ini…”, Shojoji kuatir.

“Tapi paling tidak dengan melakukan ini… Aku berguna untuk Ayahku”, dengan cepat Tentou mencoba menusukkan ujung shuriken ke arah tenggorokannya.

Sretttt… Wusss…

Dengan gerakan yang hampir tak terlihat… Shojoji telah menangkap kepala Tentou dengan tangan kanannya dan tangan kiri telah memegang shuriken.

“Ya, aku sudah mengubah pendapatku tentangmu… tak kusangka kau akan mencoba itu… tapi kau tak boleh membuang nyawamu yang berharga itu… sebab… demi mengambil wajah yang digunakan untuk Shikabane Bunshin aku harus memakan otak yang masih hidup”, kata Shojoji sambil membuka mulutnya sangat lebar dan mulai mencoba memakan kepala Tentou hidup-hidup.

*teknik membuka mulut sangat lebar ini mirip Orochimaru dan Kabuto (teknik ular)

“Arrgghhhhhhhhhhhhhhhhhh”, teriak Tentou kesakitan.

Keadaan sangat gawat… namun tiba-tiba…

Dhezzzzz…. sebuah tendangan sangat keras menghantam kepala Shojoji… Shojoji terpental jauh namun dengan sigap bisa berdiri di tasa kuda-kudanya.

“Tentou… Ternyata kau memang benar-benar punya nyali ya..”, puji Boruto kepada Tentou.

“Kau terlambat… hahaha… Boruttooooooooo”, teriak Tentou kegirangan.

Shojoji mengusap bibirnya yang berdarah… pehhh (meludahkan darah ke tanah) …

“Putranya Hokage…??…” cukup kaget Shojoji terkena tendangan Boruto.

“Mulai dari sini… serahkan saja padaku… ini adalah kerjaan “Kami”, kata Boruto dengan tenangnya…

End.

Bersambung ke Chapter 14, perkiraan rilis 10 Juli 2017.

Incoming search terms:

  • komik boruto episode 21 sub indo
  • komik dewasa terbaru
  • versi teks komik dewasa
  • Cerita boruto eps26
  • baruto komik online
  • baruto komik
  • baca manga boruto episode 16
  • baca komik boruto
  • komik adult
  • baca komik naruho subtitle indonesia
Baca Komik Boruto Chapter 13 “Nilai Dari Sebuah Kartu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */

About Us | Privacy Policy
DMCA.com Protection Status