Alur Cerita Anime Boruto Chapter 15 “Jalan Baru”

Posted on

Beberapa tim murid mulai terbentuk, salah satunya adalah Shikadai, Inojin dan Chocho. Mereka merupakan tim yang cukup solid. Hanya Boruto yang belum mendapatkan satu orang lagi untuk menjadi timnya, karena Mitsuki jelas selalu ingin bersama Boruto.

“Aku mau satu tim denganmu lagi, Boruto”, kata Mitsuki.

“Setim denganku lagi? Apa kau tidak mau memilih orang lain?”, tanya Boruto dengan muka heran dan agak sebal.

“Aku ingin mengawasimu dari dekat jawab”, Mitsuki dengan senyum polosnya.

Dengan masuknya Metal Lee akhirnya tim Boruto terbentuk juga, meskipun Boruto tahu bahwa Metal punya kendala krisis kepercayaan diri, namun Boruto menanggapinya dengan enteng saja.

Latih Tanding

Hari di mana latih tanding antar tim telah tiba. Shino Sensei mulai memberi aba-aba agar masing-masing tim siap.

“Hari ini, kita akan melakukan latih tanding pada rangka yang dibangun di sekolah ini”, jelas Shino.

Tempat untuk latih tanding antar tim terbuat dari rangja besi yang disusun cukup tinggi dan luas. Masing-masing tim harus bisa mengalahkan musuhnya dan merebut bendera merah yang ada di puncak menara sekolah.

Pertandingan pun dimulai…

Satu demi satu tim mulai kalah dan akhirnya menyisahkan dua tim antara tim Shikadai dan tim Boruto.

Seperti diprediksi Metal Lee kalah duluan dengan ketidak percayaan dirinya tampil di depan banyak orang.

Setelah melewati beberapa jurus, Mitsuki melakukan gerakan memutus besi tiang pancang dari rangka besi dan membuatnya ambruk. Sehingga tim Shikadai jatuh semua dan hanya Boruto yang segera meloncat ke menara sekaligus mengambil bendera merah. Tim Boruto memenangkan pertandingan.

Kakei Sumire

Setelah latih tanding berakhir dan semua tim berkumpul mereka dikejutkan dengan kedatangan Kakei Sumire yang dibawa oleh Shino Sensei.

Seluruh murid akademi Konoha terlihat sangat gembira menyambut kedatangan Sumire. Mereka berhamburan menuju Sumire. Hanya Boruto yang diam terpaku.

“Sumire!”

“Sumire!”

“Ketua Kelas!!!”, teriak murid-murid

“Teman-teman, aku kembali!”, kata Sumire dengan perasaan haru.

Di antara kerumunan, Sumire mencari pandang ke arah Boruto dan Boruto membalasnya dengan senyuman dan acungan jempol kepadanya. Sumire menangis terharu.

Pohon Raksasa

Nampak Boruto berlarian menuju puncak sebuah pohon raksasa.

“Sasuke!”, sapa Naruto.

“Kau lama sekali!”, kata Sasuke dengan dinginnya.

“Kau tau… Aku mungkin bunshin, tapi aku juga butuh waktu untuk sampai ke sini. Aku bahkan tidak tahu jalan untuk pulang ke rumah, sial”, kata Naruto.

“Lagipula kita ada di mana sih?!”, tanya Naruto.

“Jangan tanya padaku”, jawab Sasuke.

“Jadi, dimana gulungannya?”, tanya Sasuke.

Kemudian Sasuke mempelajari gulungan yang diberikan oleh Naruto. Nampak terlihat sebuah gambar dari segel Gozu Tennou. Sebuah segel yang barusan saja hampir bisa menghancurkan Konoha.

“Tak disangka Danzo… sudah sedekat ini dalam mengungkap Jutsu Tersembunyi Kaguya…”, kata Sasuke.

“Benarkah?” tanya Naruto.

“Aku sama sekali tidak mengerti”, kata Naruto.

“Tapi dengan ini, aku mungkin sudah lebih dekat ke Dimensi Ruang dan Waktu di mana Kaguya berada”, kata Sasuke.

“Hei, kau sudah mau pergi? Apa kau tidak mau kembali ke desa sebentar?”, tanya Naruto.

Naruto… Aku titip pesan untuk Sakura. Katakan padanya, aku minta maaf untuk segalanya”, pinta Sasuke.

Kemudian Sasuke menghilang…

“Akulah yang seharusnya minta maaf”, gumam Naruto.

Di Suatu Tempat

Seorang pria misterius sedang memandang bulan yang sedang mengalami gerhana.

“Gerbang yang dibuka Nue telah tersegel. Jougan tidak akan bisa beraksi! Tapi itu hanya sementara saja. Saat waktunya tiba, dewa akan… menghancurkan negeri ini”, gumam Pria misterius.

*Di Naruto the Movie pria ini bernama Toneri

Sementara itu di tempat misterius lainnya

Seorang pria berperawakan kecil dengan penampilan mirip Kaguya seperti sedang memakan sesuatu, buah berwarna merah darah.

“Hmmm… Akhirnya, waktunya untuk panen. Bagaimana?”, tanya pria tersebut pada temannya yang baru datang dari lubang waktu.

“Aku menemukan air mata di dunia Kaguya. Kelengkungan ruangannya melebihi angka 16”, jawab pria tinggi besar.

“Oh? Kita harus menunggu jika ingin memanen dunia itu”, kata pria kecil.

“Jika kelengkungannya di atas nilai sepuluh, kita harus segera melaporkannya pada klan, itu adalah aturannya”, kata pria besar.

“Kalau dia sampai tidak mau menuruti peraturan klan, berarti… Dia benar-benar sudah berubah. Atau… Kinshiki, bersiaplah untuk berangkat”, kata pria kecil.

“Baik”, jawab Kinshiki.

End.

Bersambung

Anime Boruto Chapter 16 “Krisis: Ancaman Gagal” Rilis pada 19 Juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *