Baca Cerita Anime Boruto Chapter 13 “Munculnya Monster Iblis”

Posted on

Di atas atap rumah penduduk

Terlihat Sai berlarian, sepertinya mengejar sesuatu. Bersama dengan dua orang yang tergabung dalam tim pemburu Ghost, Sai sepertinya sudah menyiapkan sesuatu untuk menangkap dalang Ghost.

Taman Senju

Manusia bertopeng terlihat berlompatan. Dan ketika sedang mendaratkan kakinya ke tanah, sebuah serangan telah diarahkan kepadanya. Rupanya tim Sai sudah datang lebih dulu di Taman Senju.

“Kerja bagus. Apa kau benar-benar seorang anak kecil?” tanya tim Sai ke manusia bertopeng.

“Tetaplah waspada. Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan…” temannya mengingatkan.

Terlihat tangan manusia bertopeng mulai mengeluarkan cakra biru – hitam. Namun sebelum beraksi sebuah pukulan ke arah tengkuk telah merobohkannya. Terlepasnya topengnya dan memang dia adalah Sumire.

“Maaf. Aku tahu kalau kau adalah teman Inojin. Selama ada aku, kau akan aman. Tetapi, saat ini aku harus menahanmu”, kata Sai sambil mengaktifkan jutsunya.

Namun sebelum Sai melakukan jutsu…

“Nu… e…” Sumire lebih dulu memanggil Nue.

Seekor Monster Iblis telah muncul!!!

Nue, begitu monster itu dipanggil. Merupakan gabungan dari jenis 3 hewan darat. Badan dan kaki merupakan wujud dari harimau, bagian muka terlihat seperti monyet dan bagian ekor seperti cacing dengan gigi-gigi super tajam dan mampu menyerap cakra.

“A-Apa-apaan itu?” tanya Boruto kaget melihat monster itu dari kejauhan.

“Nue… Gozu Tennou telah dipanggil melalui chakra yang terkumpul di perantara” jawab Mitsuki.

“Kalau makhluk seperti itu mengamuk, desa akan hancur!” kata Boruto cemas dan bergegas menuju tempat monster berada, namun dicegah oleh Mitsuki.

Setelah sedikit berdebat dengan Mitsuki, Boruto tetap pada pendiriannya dan akan mencoba berbicara dengan Sumire.

Saat Boruto pergi, seekor ular putih kecil menyampaikan pesan pada Mitsuki.

“Baiklah… Misiku kali ini adalah membunuh Shigaraki Sumire”, kata Mitsuki.

Kembali ke tempat Nue mengamuk

Saat Sai dan timnya mulai terdesak, Kakashi muncul dan memotong ekor Nue.

“Hokage Keenam?!” Sai cukup kaget Kakashi datang.

“Kita tidak boleh membiarkan makhluk itu masuk desa”, kata kakashi.

Kemudian Sai diminta untuk mengalihkan perhatian dari Nue.

“Ninpo Choju Giga!” Sai menggunakan jutsunya menciptakan burung raksasa menganggu perhatian Nue.


“Katon Majuu Doryuheki!” Kakashi bersama beberapa orang menggunakan jutsu tanah tebing tinggi untuk mengepung Nue.

Kemampuan Nue untuk menyerap chakra membuat beberapa anggota tim Sai terluka.

“Chakra mereka terserap…” kata Sai.

“Ini gawat” kata Kakashi.

Boruto yang sudah mendekati lokasi Nue mengamuk dicegah oleh Mitsuki untuk tidak mendekat, karena percuma saja tidak bisa membantu. Ada satu jalan yang bisa dilakukan yaitu membunuh sang perantara chakra alias Sumire.

“Mati?! Jangan-jangan?!” Boruto agak cemas dengan pemikiran Mitsuki

“Sekarang apa yang akan kau lakukan? Nyawa keluarga dan penduduk desa… atau nyawa ketua kelas? Mana yang akan kau pilih?” tanya Mitsuki.

“Aku tidak akan memikirkan itu. Aku akan menyelamatkan keduanya!” jawab Boruto.

Karena perbedaan pendapat, secara diam-diam Mitsuki telah membuat bunshin dan mengunci Boruto agar tidak mengikuti Mitsuki untuk membunuh Sumire.

Namun dengan cerdiknya Boruto bisa mengalahkan bunshin Mitsuki dan segera mencari Sumire dengan cara mengikuti aliran chakra biru-hitam yang hanya terlihat oleh Boruto.

Sementara itu kondisi Kakashi dan tim makin terdesak. Kedatangan Naruto pun tidak bisa membantu banyak, karena Nue bisa menyerap chakra.

“Jika makhluk itu menyerap chakra anda yang tidak terbatas, kita tidak akan bisa menanganinya. Dan sebagai usaha terakhirnya, sang pengguna jutsu akan meledakkan chakra yang ada di dalam Nue. Lalu kita semua hancur berkeping-keping”, Sai dan Kakashi memberi penjelasan pada Naruto.

“Sebaiknya kau bergabung dengan Tim Kekkai, karena jika kekkainya hancur, semuanya akan berakhir”, perintah Kakashi pada Naruto.

“Aku mengerti… Tapi apa hanya itu yang bisa kita lakukan?!” Naruto kesal.

Dari kejauhan, Sumire mengawasi Nue.

“Ternyata mereka benar-benar menggunakan Kekkai. Saat ini chakra Nue masih belum cukup untuk menghancurkan kekkai itu”, kata Sumire.

“Apa aku harus meledakkannya? Padahal aku sudah sejauh ini? Tinggal sedikit lagi… Jika aku bisa memberinya sedikit chakra lagi, Nue akan sempurna“, kata Sumire dalam hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *