Baca Cerita Anime Boruto Chapter 13 “Munculnya Monster Iblis”

Posted on

Percakapan antara Boruto dan Mitsuki

“Pelakunya adalah…” kata Mitsuki.

“Siapa pelakunya?!” Boruto tidak sabar mendengarnya.

Sebelum Mitsuki menjawab pertanyaan Boruto, Mitsuki menjelaskan terlebih dahulu kenapa selama ini selalu mengawasi Boruto.

“Aku sudah memikirkannya sejak lama. Aku ingin memastikan kalau kau matahariku atau bukan. Itulah kenapa aku terus mengawasimu sejak aku sampai di desa ini. Aku ingin melihat apa reaksimu. Kau bersungguh-sungguh dalam setiap insiden dan mengembalikan semua orang menjadi normal” ujar Mitsuki.

Boruto di buat semakin tidak paham dengan perkataan Mitsuki. Boruto mendesak Mitsuki untuk segera mengatakan siapa dalang Ghost.

“Aku tidak mengerti ucapanmu. Jadi siapa pelakunya?!” tanya Boruto makin penasaran.

“Tapi aku ragu kau akan bersungguh-sungguh kali ini. Pelakunya adalah… Ketua Kelas!” jawab Mitsuki.

Sementara itu di sebuah lorong Desa Konoha

Terlihat pelaku Ghost (manusia bertopeng) sedang berjalan ke arah kerumunan orang dan menghilang. Pelaku Ghost memiliki sebuah tato besar di punggungnya.

Kantor Hokage

“Itulah yang terjadi… Orang yang menyebabkan insiden beruntutan adalah putri mantan anggota Ne. Kakei Sumire.” Shikamaru memberikan laporan pada Hokage Ketujuh.

“Dia teman sekelas Boruto bukan?….” tanya Naruto.

“Nama ayahnya adalah Shigaraki Tanuki. Sebelum dia meninggal, dia mempercayakan Gozu Tennou yang sudah dia sempurnakan kepadanya. Saat ini Sai sedang mencarinya karena dia menghilang dari kamar rumah sakitnya. Selain itu, banyak komplain terhadap insiden ini karena Polisi tidak memeriksa pelaku dengan benar” jawab Shikamaru.

“Bagaimana?” tanya Shikamaru pada Naruto.

“Yah, Hokage Kelima dan akulah yang menghentikan mengekspos identitas orang-orang yang punya hubungan dengan Ne”, jawab Kakashi.

“Kakashi Sensei!” Naruto cukup kaget Kakashi yang tiba-tiba muncul.

Kembali ke Boruto dan Mitsuki

“Itu benar-benar tidak lucu, Mitsuki. Jangan bercanda!” kata Boruto yang masih tidak percaya Sumire pelaku semua ini.

“Tapi memang begitulah kenyataannya. Coba berpikirlah. Setiap korban selalu punya kontak dengannya sebelum insiden terjadi” Mitsuki menjelaskan.

“Apa maksudmu itulah saat di mana dia menanamkan Ghost pada mereka? Tapi ketua kelas juga menjadi korban!” tanya Boruto.

“Menurutku itu hanyalah tipuan supaya dia tidak dicurigai. Kalau kau tidak percaya, akan kuberitahu” kata Mitsuki.

“Sudah cukup! Kalaupun benar, kenapa ketua kelas??!! Aku tidak bisa percaya ini!!” Boruto makin kesal.

Di saat Boruto dan Mitsuki masih berdebat. Tiba-tiba terjadi sesuatu yang menggetarkan.

“A-Apa itu? Asalnya dari Taman Senju” tanya Boruto.

“Sepertinya sudah dimulai…” jawab Mitsuki.

Di Kantor Hokage

“Tidak menyadari tipu muslihat Kakei Sumire adalah kesalahan terbesar kami” Kakashi menjelaskan.

“Tapi bukankah pemeriksaan latar belakang setiap warga dibatalkan agar para warga tidak saling mencurigai satu sama lain?” tanya Shikamaru pada Kakashi.

Kemudian Kakashi menjelaskan alasannya untuk tidak melakukan pemeriksaan pada setiap warga setelah perang besar Perang Besar Ninja Keempat.

“Di saat seperti itu, jika kita memancing kecurigaan kalau salah satu anggota keluarga atau teman mereka adalah mantan anggota Ne, desa akan dipenuhi dengan keraguaan dan kecurigaan” jawab Kakashi.

“Anda sudah mengambil keputusan yang tepat. Kalau tidak, orang-orang seperti Sai akan menjadi orang pertama yang dicurigai. Tapi masalahnya sekarang adalah Sumire”, kata Shikamaru.

“Mendiang ibunya bukanlah seorang ninja atau berhubungan dengan ninja… Kita sudah mengkonfirmasinya saat menerima surat pendaftarannya di Akademi”, kata Naruto.

Kemudian Kakashi menceritakan penemuannya yang cukup mengejutkan tentang Sumire pada saat melakukan penyelidikan di bekas markas Danzo.

“Lalu? Apa Sensei menemukan sesuatu?” tanya Naruto.

“Ya, sesuatu yang tidak ingin kutemukan… Warisan Danzo… Gozu Tennou. Kemungkinan, Gozu Tennou tersebut tertanam di dalam tubuh, Sumire.” jawab Kakashi.

“Ha! Beraninya dia?!” Naruto kaget mendengar jawaban Kakashi.

Selanjutnya mereka merasakan sesuatu yang terjadi di kejauhan.

“Apa yang terjadi?” tanya Naruto.

Di atas atap rumah penduduk

Terlihat Sai berlarian, sepertinya mengejar sesuatu. Bersama dengan dua orang yang tergabung dalam tim pemburu Ghost, Sai sepertinya sudah menyiapkan sesuatu untuk menangkap dalang Ghost.

Taman Senju

Manusia bertopeng terlihat berlompatan. Dan ketika sedang mendaratkan kakinya ke tanah, sebuah serangan telah diarahkan kepadanya. Rupanya tim Sai sudah datang lebih dulu di Taman Senju.

“Kerja bagus. Apa kau benar-benar seorang anak kecil?” tanya tim Sai ke manusia bertopeng.

“Tetaplah waspada. Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan…” temannya mengingatkan.

Terlihat tangan manusia bertopeng mulai mengeluarkan cakra biru – hitam. Namun sebelum beraksi sebuah pukulan ke arah tengkuk telah merobohkannya. Terlepasnya topengnya dan memang dia adalah Sumire.

“Maaf. Aku tahu kalau kau adalah teman Inojin. Selama ada aku, kau akan aman. Tetapi, saat ini aku harus menahanmu”, kata Sai sambil mengaktifkan jutsunya.

Namun sebelum Sai melakukan jutsu…

“Nu… e…” Sumire lebih dulu memanggil Nue.

Seekor Monster Iblis telah muncul!!!

Nue, begitu monster itu dipanggil. Merupakan gabungan dari jenis 3 hewan darat. Badan dan kaki merupakan wujud dari harimau, bagian muka terlihat seperti monyet dan bagian ekor seperti cacing dengan gigi-gigi super tajam dan mampu menyerap cakra.

“A-Apa-apaan itu?” tanya Boruto kaget melihat monster itu dari kejauhan.

“Nue… Gozu Tennou telah dipanggil melalui chakra yang terkumpul di perantara” jawab Mitsuki.

“Kalau makhluk seperti itu mengamuk, desa akan hancur!” kata Boruto cemas dan bergegas menuju tempat monster berada, namun dicegah oleh Mitsuki.

Setelah sedikit berdebat dengan Mitsuki, Boruto tetap pada pendiriannya dan akan mencoba berbicara dengan Sumire.

Saat Boruto pergi, seekor ular putih kecil menyampaikan pesan pada Mitsuki.

“Baiklah… Misiku kali ini adalah membunuh Shigaraki Sumire”, kata Mitsuki.

Kembali ke tempat Nue mengamuk

Saat Sai dan timnya mulai terdesak, Kakashi muncul dan memotong ekor Nue.

“Hokage Keenam?!” Sai cukup kaget Kakashi datang.

“Kita tidak boleh membiarkan makhluk itu masuk desa”, kata kakashi.

Kemudian Sai diminta untuk mengalihkan perhatian dari Nue.

“Ninpo Choju Giga!” Sai menggunakan jutsunya menciptakan burung raksasa menganggu perhatian Nue.

“Katon Majuu Doryuheki!” Kakashi bersama beberapa orang menggunakan jutsu tanah tebing tinggi untuk mengepung Nue.

Kemampuan Nue untuk menyerap chakra membuat beberapa anggota tim Sai terluka.

“Chakra mereka terserap…” kata Sai.

“Ini gawat” kata Kakashi.

Boruto yang sudah mendekati lokasi Nue mengamuk dicegah oleh Mitsuki untuk tidak mendekat, karena percuma saja tidak bisa membantu. Ada satu jalan yang bisa dilakukan yaitu membunuh sang perantara chakra alias Sumire.

“Mati?! Jangan-jangan?!” Boruto agak cemas dengan pemikiran Mitsuki

“Sekarang apa yang akan kau lakukan? Nyawa keluarga dan penduduk desa… atau nyawa ketua kelas? Mana yang akan kau pilih?” tanya Mitsuki.

“Aku tidak akan memikirkan itu. Aku akan menyelamatkan keduanya!” jawab Boruto.

Karena perbedaan pendapat, secara diam-diam Mitsuki telah membuat bunshin dan mengunci Boruto agar tidak mengikuti Mitsuki untuk membunuh Sumire.

Namun dengan cerdiknya Boruto bisa mengalahkan bunshin Mitsuki dan segera mencari Sumire dengan cara mengikuti aliran chakra biru-hitam yang hanya terlihat oleh Boruto.

Sementara itu kondisi Kakashi dan tim makin terdesak. Kedatangan Naruto pun tidak bisa membantu banyak, karena Nue bisa menyerap chakra.

“Jika makhluk itu menyerap chakra anda yang tidak terbatas, kita tidak akan bisa menanganinya. Dan sebagai usaha terakhirnya, sang pengguna jutsu akan meledakkan chakra yang ada di dalam Nue. Lalu kita semua hancur berkeping-keping”, Sai dan Kakashi memberi penjelasan pada Naruto.

“Sebaiknya kau bergabung dengan Tim Kekkai, karena jika kekkainya hancur, semuanya akan berakhir”, perintah Kakashi pada Naruto.

“Aku mengerti… Tapi apa hanya itu yang bisa kita lakukan?!” Naruto kesal.

Dari kejauhan, Sumire mengawasi Nue.

“Ternyata mereka benar-benar menggunakan Kekkai. Saat ini chakra Nue masih belum cukup untuk menghancurkan kekkai itu”, kata Sumire.

“Apa aku harus meledakkannya? Padahal aku sudah sejauh ini? Tinggal sedikit lagi… Jika aku bisa memberinya sedikit chakra lagi, Nue akan sempurna“, kata Sumire dalam hati.

Sumire, Mitsuki dan Boruto

Sebuah serangan tiba-tiba datang ke arah Sumire.

“Kau pandai sekali berakting, Ketua Kelas”, kata Mitsuki yang barusan menyerang Sumire.

“Tidak juga, Mitsuki-kun”, kata Sumire dengan suara khasnya.

“Bagaimana bisa kau menemukanku? Bersembunyi adalah keahlianku”, tanya Sumire pada Mitsuki.

“Saat aku menjengukmu di rumah sakit. Aku menanamkan alat pelacak padamu. Walaupun butuh waktu agak lama”, jawab Mitsuki.

“Apa kau akan membunuhku?”, Sumire bertanya lagi.

“Sepertinya begitu. Ini adalah sebuah perintah, mau bagaimana lagi”, jawab Mitsuki.

“Sepertinya bukan Hokage Ketujuh yang menyuruhmu. Jadi, siapa yang memberimu perintah?”, tanya Sumire makin penasaran.

“Itu tidaklah penting”, jawab Mitsuki.

Dalam satu serangan cepat, Mitsuki berhasil mengalahkan Sumire dan bersiap untuk membunuhnya.

“Hentikan, Mitsuki!”, teriak Boruto.

“Boruto!” Mitsuki kaget melihat Boruto yang lolos dari bunshinnya.

“Ketua Kelas. Apa kau benar-benar pelakunya? Ghost yang hanya bisa kulihat… Apa kau benar-benar orang yang memasukkannya pada orang lain?!” tanya Boruto dengan wajah yang masih belum percaya.

“Boruto… Ya, benar. Ternyata hanya kau yang bisa melihat Nue, ya?” jawab Sumire.

“Ternyata benar ya…” kata Boruto dengan wajah sedih.

“Itu semua demi memberikan chakra pada Nue dan menghancurkan Konoha”, Sumire menjelaskan.

“Bagaimana dengan Wasabi dan Namida? ┬áSarada, Choco… dan semua teman-teman sekelas kita?!” tanya Boruto lagi.

“Itu tidaklah penting untukku! Balas dendam, itu alasan aku lahir di dunia ini… dan alasan aku hidup hingga saat ini. Dari awal, aku ada untuk balas dendam. Dan ini adalah buktinya. Aku hidup saat ini demi melakukan hal yang tidak bisa dilakukan ayahku!” jawab Sumire.

“Hal yang tidak bisa dilakukan ayahmu…?!” gumam Boruto.

“Anaknya lah yang harus mewujudkannya… ya?” Mitsuki ikut tertegun.

“Pemikiran kalian terlalu ekstrim! Mengikuti perintah… balas dendam? Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya!” kata Boruto.

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membunuhku? Apa kau benar-benar bisa melakukannya?” tanya Sumire.

“Hah… sudah kuduga akan jadi seperti ini”, gumam Mitsuki.

“Hei, Mitsuki!” teriak Boruto.

“Bukankan sudah kubilang padamu, kau akan menyesal mengikutiku”, kata Mitsuki.

Mitsuki bersiap membunuh Sumire, tangan kanannya sudah memegang Kunai. Sumire juga bersiap untuk melawan Mitsuki.

“Hentikan… Hentikan, Mitsuki! Hentikan!” teriak Boruto.

Saat kedua temannya akan bertarung, persis dalam satu detik gerakan Boruto berhasil menghadang keduanya.

“Boruto-kun…” ucap Sumire.

“Boruto…” ucap Mitsuki.

“Sudah hentikan… Apa kalian benar-benar mau saling membunuh?! Sampai saat ini, kalian…!” kata Boruto.

Mata kanan Boruto kembali menyala. Dan sebelum habis perkataan Boruto, tiba-tiba maka kanannya seperti mengeluarkan kilatan cahaya putih sangat menyilaukan, kilatan cahaya semakin besar.

Di tempat Nue mengamuk, secara aneh telah terbentuk sebuah portal yang menghisap Nue.

“Jikukan Ninjutsu?” kata Naruto heran.

“Hal yang aneh terus saja terjadi… Sebenarnya ada apa ini?” gumam Kakashi.

Di tempat pertarungan Boruto, secara tiba-tiba di atas kepala mereka sebuah portal membuka.

“Baiklah. Ambillah chakraku”, kata Sumire.

Nue telah menghisap Sumire ke dalam portal.

“Ketua kelas…” ucap Boruto.

“Boruto… tunggu” kata Mitsuki mencegah Boruto.

“Ketua kelas!” teriak Boruto.

Boruto meloncat masuk ke portal tersebut mengejar Ketua Kelas. Mitsuki terlihat juga mengikutinya.

End.

Bersambung

Anime Boruto Chapter 14 “Jalan yang Bisa Dilihat Boruto” rilis pada 5 Juli 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *