Baca Cerita Anime Boruto Chapter 12 “Boruto dan Mitsuki”

Posted on

Di Ruang Kelas Akademi

Shino, Konohamaru dan Moegi berbincang santai tentang murid-murid Akademi tahun ini.

“Para murid tahun ini terlihat sangat menjanjikan…”, Moegi memulai pembicaraan.

“Mereka sudah menunjukkan kedewasaan yang melebihi ekspektasi kita. Dengan ini, mereka bisa menjadi shinobi hebat. Apa ada murid yang menarik bagimu?”, tanya Shino.

“Kalau soal itu… Yuino Iwabe tampaknya sudah berubah… dan mungkin Uzumaki Boruto”, jawab Moegi.

“Yah, lagipula dia adalah putra Hokage Ketujuh!”, Konohamaru menimpali.

“Uzumaki Boruto… Tidak diragukan lagi, dia menjadi inti dari kelas ini” kata Shino.

“Di waktu yang sama, dia juga jadi sumber masalah!” Konohamaru menambahkan.

Di Taman Akademi

Terlihat Iwabe berjalan dengan serius membaca buku Aritmatika. Boruto menyapa dan mencoba membantu kesulitan yang dialami Iwabe. Mitsuki dengan serius memperhatikan apa yang dilakukan oleh Boruto.

Bahkan Mitsuki akhirnya mengikuti Iwabe untuk menanyakan sesuatu hal kepadanya.

“Hei! Kudengar, dulunya kau merasa tidak cocok dengan kelas ini?” tanya Mitsuki.

“Hah! Apa kau gajak berantem?” tanya balik Iwabe.

“Tapi sekarang kau terlihat sangat menikmatinya. Apa itu karena Boruto?” Mitsuki melanjutkan pertanyaanya.

“E-Entalah!” jawab Iwabe sambil pergi meninggalkan Mitsuki.

Jam Pulang Sekolah

Inojin menyapa Mitsuki yang terihat keluar meninggalkan Akademi. Inojin penasaran dengan Mitsuki yang akhir-akhir ini memperhatikan tingkah laku Boruto.

“Sepertinya kau sangat perhatian dengan Boruto akhir-akhir ini”, sapa Inojin.

“Boruto selalu terlihat ceria, ya? Kelihatannya banyak yang tertarik dengan Boruto” kata Mitsuki sekaligus bertanya.

“Karena Boruto itu bodoh. Itu karena dia tidak peduli tentang apa yang dipikirkan orang lain. Dia memiliki pemikirannya sendiri. Mungkin karena dia lelah karena selalu diperlakukan berbeda hanya karena dia anak dari seorang Hokage. Karena itu dia selalu berjuang untuk orang lain dan ikut menanggungnya, dan membuatnya lebih rumit lagi”, jawab Inojin.


“Dan itu hanya menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri, makanya dia itu super bodoh. Itulah mengapa banyak yang tertarik dengan Boruto. Orang lain dapat menerimanya karena usahanya sendiri, itu hal hebat kan? Tapi cukup melelahkan kalau ada orang sepertinya. Terutama ketua kelas… Dia pasti kelewat stres ya. Mungkin aku terlalu berlebihan ya…”, Inojin melanjutkan jawabannya.

“Ketua kelas…”, Mitsuki masih berpikir.

Di Rumah Sakit

Mitsuki yang masih penasaran dengan Boruto terus mencari informasi dan kali ini langsung mendatangi Sumire, Ketua Kelas yang masih berada di Rumah Sakit karena insiden Ghost.

“Sepertinya kau sudah mulai membaik”, sapa Mitsuki.

“Mitsuki? Kamu datang sendiri?”, tanya Sumire.

“Apa kau baik-baik saja?”, tanya Mitsuki

“Ya… Mereka bilang aku bisa keluar secepatnya…”, jawab Sumire.

“Begitu ya, baguslah… Kita juga berharap kau cepat membaik. Hei, bisakah aku tanya sesuatu? Bagaimana pendapatmu tentang Boruto?”, tanya Mitsuki.

“Apa maksudnya”, tanya balik Sumire.

“Inojin bilang kau kelewat stres karena dia”, kata Mitsuki.

“Itu tidak benar. Memang selalu ada masalah di kelas dan membuatku panik. Tapi menyenangkan memiliki teman seperti Boruto di kelas”, jawab Sumire.

“Bagaimana denganmu Mitsuki”, tanya Sumire.

“Aku?… Aku masih belum tahu pasti”, jawab Mitsuki.

Kemudian Sumire bercerita tentang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Bahwa mereka juga seorang ninja. Dan Sumire ingin melakukan sesuatu meski tak memiliki kemampuan seperti Ayahnya.

“Hei, apa kau pernah memikirkan yang dipikirkan orang lain tentangmu?”, tanya Mitsuki.

“Aku tak tahu. Tapi aku ingin insiden ini berakhir secepatnya. Itulah yang kurasakan”, jawab Sumire.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *